Keterangan Singkat tentang Foto

Negara Indonesia, Provinsi Kalimantan Tengah,Kabupaten Kotawaringin Timur, Ketinggian 25 m (82 ft), Zona waktu WIB (UTC+8),Koordinat: 2°32′LU 112°57′BT

slide 2 : Kalakai memiliki beberapa manfaat, yaitu Kalakai yang berwarna merah sangat potensial untuk mengatasi anemia (kekurangan zat besi)

Menurut Irawan et al. (2003) dari analisisgizi diketahui bahwa kalakai merah mengandung Fe yang tinggi (41,53 ppm), Cu (4,52 ppm),vitamin C (15,41 mg/100g), protein (2,36%), beta karoten (66,99 ppm), dan asam folat(11,30 ppm)

This is default featured slide 3 title

Pelabuhan Tradisoanal Di sampit Sebagai sarana Transportasi dan angkutan barang dan jasa

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 6 title

Jembatan Tradisional masyarakat Sampit yang digunakan untuk ketepi sungai( Batang banyu )menuju Rakit/Batang yang dirakit untuk MCK

Saturday, 17 December 2016

Manfaat Kembang Kantil untuk Kesehatan


Manfaat Kembang Kantil untuk Kesehatan

Bunga kantil atau yang juga bisa disebut sebagai bunga cempaka putih merupakan salah satu jenis bunga yang memiliki bau harum. Bunga ini biasa dipergunakan dalam berbagai upacara adat seperti untuk perlengkapan pesta pernikahan
Namun dalam dunia medis, bunga kantil dipercaya mampu mengobati beberapa gangguan kesehatan. Kandungan senyawa alami seperti alkaloid mikelarbina dan liriodenina dipercaya memiliki khasiat sebagai ekspektoran dan diuretik.

Di Indonesia, bunga kantil memiliki beberapa nama seperti cempaka putih, kantil , cempaka bodas, campaka, jeumpa gadeng, campaka putieh, sampaka mopusi, bunga eja kebo, bunga eja mapute, capaka bobudo, serta capaka bobulo. Sedangkan dalam dunia internasional bunga kantil lebih dikenal dengan white champaca.

cempaka putih
cempaka putih
cempaka putih
cempaka putih

bunga kantil memiliki berbagai macam Kasiat antara Lain :

1. Sebagai bahan pewangi rambut
Di beberapa kalangan masyarakat, bunga kantil biasanya dipakai sebagai hiasan dikepala atau diselipkan di atas telinga. Hal ini dapat memberikan efek aroma wangi pada rambut.

2. Untuk menghilangkan bau badan
Bunga yang memiliki aroma harum yang khas ini dapat membantu dalam mengatasi masalah bau badan. Adapun caranya adalah dengan merebus bunga kantil dengan atau tanpa menambahkan campuran seperti daun sirih. Lalu menggunakan hasil rebusan tersebut sebagai air mandi. Atau bisa juga dengan cara merebus bunga kantil kering dengan sejumlah air, lalu air hasil rebusan tersebut dapat diminum guna mengatasi bau badan.

3. Dapat mengobati gangguan vertigo
Vertigo merupakan gangguan kesehatan dimana penderitanya akan mengalami sensasi berputar-putar. Hal ini bisa diatasi dengan jalan merebus sekitar 5 hingga 7 kuntum bunga kantil yang telah kering dengan menggunakan +/- 500 ml air bersih. Rebus hingga air tinggal +/- 200 ml lalu konsumsi hasil rebusan bunga kantil tersebut selagi dalam kondisi hangat.

4. Dapat membantu mengobati perut kembung
Gangguan perut kembung yang pasti terasa tidak nyaman dapat diatasi dengan menggunakan ramuan herbal yang berasal dari bunga kantil. Caranya adalah dengan merebus +/- 5 kuntum bunga kantil yang dicampur dengan jahe +/- 5 gr, 3 butir kapulaga, serta 5 gr kulit jeruk mandarin yang telah kering bersama dengan +/- 700 ml air bersih. Rebus beberapa saat hingga air hanya tinggal +/- 300 ml saja. Konsumsi ramuan tersebut pada saat kondisi air masih hangat.

5. Untuk membantu mengobati sinusitis
Sinusitis merupakan gangguan kesehatan yang terjadi akibat infeksi pada rongga saluran udara seperti hidung, muka, maupun dahi. Manfaat kembang kantil sebagai salah satu ramuan herbal dalam membantu mengatasi gangguan tersebut. Caranya adalah dengan rutin mengkonsumsi ramuan herbal yang terbuat dari :
· Campur+/- 30 gram bunga kantil yang telah dikeringkan
· Campur bahan lainnya seperti daun mint sebanyak 30 gr, jahe 15 gr, serta bawang putih sebanyak 2    siung.
· Rebus semua bahan tersebut dengan air bersih +/- 800 cc selama beberapa saat hingga air rebusan       tinggal separuhnya.
· Gunakan ramuan tesebut sebanyak 2 kali sehari masing-masing 200 cc dalam sekali konsumsi.

6. Dapat membantu mengobati masalah keputihan
Meskipun hal ini wajar terjadi pada kalangan wanita, namun jika gangguan keputihan dibiarkan saja dapat berakibat fatal. Untuk membantu mengatasi gangguan tersebut, sebaiknya para wanita rajin mengkonsumsi ramuan herbal yang terbuat dari bunga kantil, caranya :
· bunga kantil yang telah dikeringkan sebanyak +/- 30 gram,
· irendam hingga teksturnya menjadi lembut sebanyak +/- 60 gram, serta kulit buah delima +/- 15         gram
· Rebus dengan air secukupnya selama beberapa saat, lalu konsumsi hasil rebusan serta jail tersebut     pada saat masih hangat.

7. Mengatasi peradangan saluran pernafasan
Untuk membantu mengatasi gangguan kesehatan seperti peradangan saluran pernafasan, kita juga dapat memanfaatkan kandungan dari bunga kantil untuk membantu mengatasi gangguan tersebut. Caranya antara lain adalah dengan rutin mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari
· daun kantil +/- 15 gram, umbi dari bunga lili, serta kulit jeruk mandarin yang telah dikeringkan
· rebus bahan-bahan tersebut menggunakan +/- 500 cc air bersih
· Rebus semua bahan tersebut hingga air tersisa +/- 200 cc
· Untuk menambah rasa, kita bisa menambahkan sedikit madu
· Minum ramuan tersebut pada saat masih hangat

8. Untuk membantu mengobati batuk
Batuk rejan maupun batuk berdahak dapat diobati dengan menggunakan ramuan yang berasal dari bunga kantil, jahe, serta kulit jeruk mandarin yang telah dikeringkan. Rebus semua bahan dengan menggunakan beberapa cc air bersih hingga airnya hanya tinggal separuhnya saja.

Sebelum diminum, ramuan tersebut dapat juga ditambahkan dengan madu, untuk menambag rasa manis. Minum air rebusan tersebut sebanyak 2 kali sehari masing-masing 150 cc.

9. Membantu mengatasi gangguan pada dada
Terkadang kita merasakan dada kita serasa penuh yang pada akhirnya akan menimbulkan begah. Hal ini bisa kita atasi dengan menggunakan ramuan yang berasal dari manfaat kembang kantil, caranya :
· kembang kantil yang telah dikeringkan +/- 15 gram direbus dengan menggunakan 500 cc air bersih selama beberapa waktu hingga airnya menjadi tinggal separuhnya
· Minum ramuan tersebut selagi hangat secara rutin.

Karakteristik Kembang Kantil

Pohon kembang kantil tingginya mencapai hingga 30 meter. Bunga kantil yang memiliki nama latin michelia alba ini banyak sekali dijumpai di berbagai daerah di Indonesia seperti daerah jawa tengah, bali maupun daerah-daerah lainnya.

Ciri-ciri dari tanaman yang masuk dalam keluarga magnoliaceae ini antara lain adalah :

· Tinggi pohon bisa mencapai 30 meter

· Memiliki batang yang berkayu

· Pada ranting biasa ditumbui bulu-bulu halus yang berwarna keabu-abuan

· Memiliki daun tunggal yang berbentuk bulat telur

· Memiliki tangkai yang panjang hampir separuh dari panjang daun.

· Jarang atau tidak memiliki buah

· Perkembangbiakan secara vegetatif

· Hidup di daerah yang memiliki iklim tropis dengan ketinggian wilayah mencapai 1.600 mdpl.

· Bunga memiliki warna putih dengan kelopak bunga lancip, kecil, dan memanjang.



Thursday, 15 December 2016

Khasiat Daun Pepaya Yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Pepaya, tanaman seperti pohon tropis, pada awalnya dibudidayakan di Meksiko dan  dapat tumbuh lebih dari 30 meter. Tanaman pepaya merupakan buah serbaguna yang baik di makan saat matang dan mentah. Menurut “Pepaya Medicine Tree,” seluruh bagian tanaman pepaya baik akar, daun dan buah menawarkan nilai obat. Daun pepaya muda dimakan seperti sayur dalam beberapa masakan khas Indonesia. Dan air rebusan daun pepaya, juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan dan kecantikan, seperti berikut, apa saja manfaat daun pepaya

Kandungan gizi daun pepaya

Tanaman Pepaya
Tanaman Pepaya

Vitamin B, A, C, D, E
Kalsium
Kandungan vitamin ini sangat penting untuk kesehatan kardiovaskular, mencegah terjadinya kanker, dan sebagai antioksidan yang membantu mencegah radikal bebas.

Manfaat Daun Pepaya
Daun pepaya memiliki kandungan zat baik yang berlimpah. Maka dari itu, bagi yang kurang menyukai rasanya dapat mempertimbangkan manfaat daun pepaya bagi tubuh pada ulasan ini,

1. Sifat anti kanker
Menurut penelitian yang dilakukan oleh jurnal Ethnopharmacology, jus daun pepaya mengandung enzim tertentu yang memiliki sifat melawan kanker terhadap berbagai tumor seperti kanker leher rahim, kanker payudara, kanker hati, kanker paru-paru dan kanker pankreas tanpa efek toksik pada tubuh. Hal ini membuat ekstrak daun pepaya ini, sering direkomendasikan sebagai bagian dari kemoterapi di beberapa bagian penduduk dunia. Dengan mengatur T-sel, ekstrak daun pepaya meningkatkan respon sistem kekebalan terhadap kanker. Daun yang terasa pahit, memang banyak mengandung zat anti kanker, yang juga ditemui pada manfaat daun binahong.

2. Menghambat Pertumbuhan Bakteri
Jus daun pepaya mengandung lebih dari 50 bahan aktif termasuk senyawa karpain yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur, cacing, parasit, bakteri serta berbagai bentuk sel kanker. Hal ini membuat daun pepaya dimanfaatkan sebagai pengobatan herbal untuk menghilangkan cacing di usus karena mengandung tannin. Zat tannin ini akan melindungi usus dari infeksi ulang pada lapisan dinding usus, sehingga cacing di usus tidak dapat menempel. Dengan demikian, daun pepaya secara efektif akan menekan penyebab terjadinya sakit tifus.

3. Meningkatkan Imunitas Tubuh
Manfaat lain yang menakjubkan dari jus daun pepaya adalah kemampuannya untuk melawan infeksi virus seperti virus flu biasa. Daun pepaya akan secara alami melakukan regenerasi sel darah putih dan trombosit. Daun pepaya mengandung lebih dari 50 bahan termasuk vitamin A, C dan E yang mendukung sistem kekebalan tubuh.

4. Anti Malaria
Daun Pepaya telah ditemukan memiliki sifat anti malaria juga. Dengan demikian, jus daun pepaya sering digunakan di beberapa bagian dunia sebagai profilaksis untuk mencegah malaria di daerah endemis tertentu.

5. Pencegahan Demam Berdarah
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes. Penyakit ini bisa berakibat fatal, namun sejauh ini tidak ada obat khusus telah dirumuskan untuk penyakit ini. Penghilang rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen memiliki efek samping tersendiri.
Jus daun pepaya adalah metode tradisional untuk menyembuhkan demam berdarah tanpa masalah efek samping. Penelitian ilmiah dan beberapa studi kasus telah menunjukkan bahwa ekstra daun pepaya mengandung enzim papain meningkatkan trombosit. Perusahaan farmasi sudah menggunakan persiapan ekstrak daun pepaya dalam bentuk kapsul dan formula cair. Para dokter merekomendasikan mengambil 20 sampai 25 ml jus ini dua kali sehari selama seminggu untuk hasil yang cepat.

6. Mengurangi Nyeri Haid

Para wanita sejak dahulu memanfaatkan daun pepaya untuk permasalahan ini. Jus daun pepaya sangat efektif untuk mengurangi nyeri haid. Caranya dengan merebus beberapa ambil 1 daun pepaya, tambahkan asam jawa dan garam, campur dengan segelas air dan didihkan. Minumlah ramuan ini pada saat datang bulan.

7. Membantu Pencernaan
Enzim papain dalam daun pepaya membantu dalam pencernaan protein dan berguna untuk mengobati gangguan pencernaan, menurut buku “The Complete Herbal Panduan: A Natural Approach to Healing the Body.” Rebusan daun pepaya dapat mengurangi mulas dan perangsang nafsu makan. Daun pepaya juga dapat membantu mencerna gluten protein gandum, yang terjadi bagi sebagian orang, yang dikenal sebagai penyakit celiac.

8. Membantu Penyakit Pembesaran Prostat
Daun pepaya dapat membantu anda yang mengalami permasalahan pembesaran prostat jinak, selain itu daun ini juga dapat membantu menggurangi berbagai masalah terkait pembesaran prostat seperti masalah lesi dubur.

9. Daun Pepaya dapat Mengatasi Jerawat
Anda mungkin baru mendengar bahwa daun pepaya dapat mengobati Jerawat membandel. Cobalah, ini akan sangat efektif bagi anda yang mengalami masalah jerawat.
Cara Penggunaan :
Ambil daun pepaya muda
Keringkan daun tersebut.
Blender dengan air secukupnya untuk dibuat seperti pasta.
Ambil pasta yang telah jadi dan gunakan sebagai maskter.
Biarkan kering dalam 10-30 menit,
Cuci dan bilas bersih.

10. Meningkatkan Trombosit
Daun pepaya sangat penting untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit bagi anda yang mengalami masalah dengan rendahnya trombosit. Penelitian di seluruh dunia telah mengungkapkan bahwa daun ‘pahit’ pepaya sangat efektif dalam meningkatkan jumlah trombosit secara cepat. Terutama untuk kasus kekurangan vitamin, sedang kemoterapi, demam berdarah dan banyak lagi.

11. Mencegah Katarak
Daun pepaya sangat penting untuk mencegah penyakit katarak.

12. Emfisema
Daun pepaya banyak mengandung vitamin D yang dapat mencegah terjadinya penyakit emfisema yang berhubungan dengan paru paru.

Daun Pepaya Untuk Kecantikan
Khasiat buah pepaya memang diketahui sangat bagus untuk kulit dan telah tergabung dalam produk perawatan kulit untuk memberikan kulit yang sehat dan bercahaya. Selain itu pepaya sering digunakan dalam sejumlah formulasi perawatan rambut untuk shamp atau kondisioner, berikut ini beberapa diantaranya :

daun pepaya 

Daun Pepaya
Daun Pepaya
Daun Pepaya

daun pepaya
Agen pembersih kulit – Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya senyawa karpain yang menghambat mikroorganisme dan racun lainnya. Sehingga membuat kulit lebih bersih dan memberikan perlindungan terhadap masalah kulit seperti jerawat, bintik-bintik dan noda.
Kondisioner Alami – ekstrak daun pepaya sering digunakan sebagai  kondisioner bersama dengan bahan lain seperti santan dan manfaat madu untuk rambut yang berkilau. Kondisioner alami ini akan mmebuat rambut lebih bernyawa dan melembutkan rambut kasar yang sulit diatur.
Menghilangkan ketombe – Ekstrak daun pepaya terutama digunakan sebagai bahan pembuatan sampo anti ketombe yang bertujuan untuk mengendalikan produksi serpihan ketombe. Senyawa karpain ini, efektif dalam menghilangkan kotoran dan minyak serta bahan kimia untuk rambut tanpa efek samping.

Tips Menghilangkan Rasa Pahit Daun Pepaya

Masih banyak orang yang memang tidak menyukai dengan rasa pahit daun pepaya, namun dengan tips berikut ini manfaat daun pepaya dapat diperoleh dengan menghilangkan rasa pahit yang terkandung pada daun pepaya. Daun pepaya yang sudah dibersihkan direbus dengan beberapa lembar daun jambu biji, kemudian setelah direbus dapat dibilas denga air dan diolah sesuai resep. Dengan cari lain yang lebih simpel, dapat direbus saja dengan garam sampai layu dan kemudian di bilas lagi dengan air dan rebus lagi sampai matang untuk dapat diolah untuk berbagai masakan.

Wednesday, 14 December 2016

Khasiat Daun Sukun Untuk Ginjal, Diabetes, Jantung Dan Cara Mengolahnya


Apa Saja Kandungan Daun Sukun Yang Berguna Bagi Kesehatan?


Khasiat daun sukun untuk mengobati penyakit berbahaya seperti ginjal, asam urat sampai diabetes bisa dilihat dari kandungan di dalamnya. Beberapa zat alami seperti asam hidrosinat, tanin, riboflavin, asetilcolin bermanfaat untuk melawan sumber penyakit berbahaya. 

Baru-baru ini sebuah penelitian modern dilakukan seorang peneliti asal Cina, hasil riset menemukan fakta jika fungsi daun sukun sangat berguna bagi proses penyembuhan penyakit kardiovaskular.

pertama cara membuat ramuan daun sukun menjadi obat gagal ginjal adalah dengan cara di rebus. Berikut di bawah ini adalah langkah-langkah meramu daun sukun menjadi obat sakit ginjal.

Cara mengolah daun sukun untuk obat ginjal
  1. Sediakan 5 sampai 10 lembar daun sukun yang masih segar
  2. Bersihkan dahulu dengan menggunakan air mengalir
  3. Rebus 5 sampai 10 lembar daun sukun yang masih segar dengan air secukupnya (Usahakan wadah untuk merebus daun sukun terbuat dari gerabah tanah liat, tapi jika tidak ada bisa menggunakan panci stainless steel)
  4. Tunggu hingga mendidih
  5. Setelah mendidih diamkan sebentar sampai air rebusan daun sukun menjadi hangat
  6. Minum air rebusan daun sukun sebanyak 1 sampai 2 gelas perhari
  7. Air rebusan daun sukun jangan di diamkan lebih dari sehari karena khasiat daun sukun hanya tahan dalam waktu sehari
Seperti itulah cara mengolah daun sukun untuk obat ginjal, selain untuk gagal ginjal ramuan daun sukun ini juga di percaya dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dalam darah, menurunkan gula darah dan menurukan kadar asam urat berlebih dalam tubuh.

Obat sakit ginjal yang terbuat dari ramuan daun sukun ini memang sangat bagus. Dengan mengkonsumsi ramuan daun sukun tidak hanya baik untuk ginjal saja, tetapi sangat baik juga untuk kesehatantubuh lainnya.

untuk mengobati asam urat
  1. Pilih daun segar yang tidak berlubang, mulus  
  2. bersihkan menggunakan kain jika permukaannya kotor. 
  3. Cuci daun tersebut kemudian potong-potong lalu keringkan dengan cara dijemur atau diangin-anginkan. 
  4. Manfaat daun sukun kering ini bisa menyembuhkan penyakit asam urat caranya siapkan 15 gram daun kering, 
  5. satu genggam daun greges otot (bibitungan), madu atau gula batu secukupnya serta 1 gelas air mendidih.
Cara membuat obat herbal asam urat : seduh daun sukun bersama daun greges otot lalu saring airnya. Setelah dingin, tambahkan madu alami atau gula batu sebagai pemanis ramuan. Minum obat herbal daun sukun ini secara teratur dua kali sehari selama sepuluh hari.

Khasiat daun sukun untuk jantung
Apabila anda menginginkan tubuh fit serta mampu bekerja secara maksimal, jagalah kesehatan jantung mulai dari sekarang. Namun jika anda sedang menderita sakit jantung, cobalah obat herbal berbahan dasar daun sukun. Pilih daun yang sudah tua serta masih menempel di pohonnya. Bersihkan memakai air mengalir lalu jemur hingga kering.

Cara mengolahnya : rebus bersama lima gelas air mendidih sampai airnya tinggal separuh. Tambahkan air lagi hingga mencapai volume lima gelas. Manfaat Air rebusan daun sukun ini hanya bertahan satu hari jadi harus dihabiskan hari itu juga dengan kata lain tidak bisa disimpan untuk besok.

Buah dan Daun Sukun

Daun Sukun Kering
Jenis Daun sukun
Manfaat daun sukun untuk diabetes
Sediakan tiga lembar daun berwarna hijau tua, usahakan yang masih menempel di dahan pohon. Bersihkan di air mengalir, rajang kemudian jemur sampai kering. Siapkan juga wadah lalu isi air bersih dua liter. Usahakan wadah tersebut terbuat dari gerabah tanah liat, tapi jika tidak ada bisa menggunakan panci stainless steel. Rebus daun sukun kering tadi dalam wadah yang sudah disiapkan. 

Tunggu hingga airnya tinggal separuh. Selanjutnya tambahkan air bersih satu liter dan rebus lagi sampai separuh. Dinginkan, minum secara teratur setiap hari untuk mengobati diabetes serta menurunkan kadar kolesterol darah.


Khasiat daun sukun untuk penyakit lever
Cara mengolahnya : ambil daun yang sudah tua kemudian cuci sampai bersih. Setelah itu, rebus dengan air secukupnya sampai berwarna merah tua. Tunggu hingga dingin, minum air rebusan daun sukun dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore hari sebanyak satu gelas sekali minum.



Cara Mengolah Daun Sukun Untuk Obat Tradisional

Agar khasiat serta manfaat yang terkandung dalam daun herbal ini bisa diserap maksimal oleh tubuh dan untuk menghindari terjadinya efek samping keracunan yang berbahaya bagi kesehatan, berikut cara yang benar mengolah daun sukun mulai dari proses pemilihan bahan, penjemuran sampai proses perebusan.
  • Usahakan memilih daun yang sudah tua atau akan lebih baik daun yang warnanya kuning.
  • Hindari mengambil daun yang sudah jatuh ke tanah, jadi agar khasiat daun sukun bisa maksimal sebaiknya langsung memetik dari pohonnya.
  • Jika olahan herbal memakai daun yang masih segar, hindari mengolah daun yang cacat (banyak lubang, kotor, warna tidak merata). Biasakan mencuci dengan air mengalir sebelum mengolah daun sukun.
  • Jika olahan herbal menggunakan daun kering, jemur dibawah sinar matahari sampai mereka benar-benar kering.
  • Cara merebus daun sukun yang benar hendaknya selalu memakai gerabah tanah liat atau paling tidak panci stainless steel. Hindari memakai panci aluminium karena zat pada daun bisa menimbulkan reaksi yang beresiko membahayakan kesehatan.

Cara membuat teh daun sukun :
  1. Ambil daun yang berwarna kungin langsung dari pohonnya, potong-potong lalu jemur hingga kering.
  2. Rebus dengan 2 liter air hingga tersisa setengahnya saja (tersisa 1 liter air), matikan api.
  3. Setelah didiamkan beberapa saat, tambahkan lagi 1 liter air hingga air rebusan daun sukun kembali menjadi 2 liter.
  4. Rebus beberapa waktu hingga mendidih. Matikan api dan tunggu hingga hangat.
  5. Air teh daun sukun yang dihasilkan berwarna kemerahan, rasanya sedikit pahit dan cenderung tidak berbau.
  6. Cara meminumnya bisa ditambahkan madu atau gula secukupnya sebagai perasa.
  7. Jika ingin menyimpannya, simpan di botol kaca atau plastik kemudian masukkan ke lemari pendingin.

Catatan :
Teh daun sukun berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah, menyembuhkan penyakit kardiovaskular, bersifat anti-inflamasi sehingga berguna mencegah penyakit peradangan.

Banyak sekali manfaat daun sukun untuk obat herbal berbagai penyakit ganas seperti jantung, asam urat sampai diabetes. Ramuan tradisional tersebut bisa dirasakan khasiatnya jika dikonsumsi secara teratur

Thursday, 8 December 2016

Bacaan Surat Al Kahfi Arab Latin Indonesia dan Terjemahannya

Bacaan Surat Al Kahfi Arab Latin Indonesia dan Terjemahannya

Surah Al-Kahfi disebut juga Ashabul Kahf adaMakkiyah. Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.lah surah ke-18 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah.


(Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang)

001

"Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur'an), dan dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya," – (QS.18:1)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا

Al-hamdu lillahil-ladzii anzala 'ala 'abdihil kitaaba walam yaj'al lahu 'iwajaa


002

"sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah, dan membawa berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal shaleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik (surga)," – (QS.18:2)

قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

Qai-yiman liyundzira ba'san syadiidan min ladunhu wayubasy-syiral mu'miniinal-ladziina ya'maluunash-shaalihaati anna lahum ajran hasanan


003

"mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya." – (QS.18:3)

مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا

Maakitsiina fiihi abadan


004

"Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang, yang berkata: 'Allah mengambil seorang anak'." – (QS.18:4)

وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا

Wayundziral-ladziina qaaluuuut-takhadzallahu waladan


005

"Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak mengatakan (sesuatu), kecuali dusta." – (QS.18:5)

مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا

Maa lahum bihi min 'ilmin walaa li-aabaa-ihim kaburat kalimatan takhruju min afwaahihim in yaquuluuna ilaa kadziban


006

"Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu (sangat kecewa), karena bersedih hati, sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an)." – (QS.18:6)

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

Fala'allaka baakhi'un nafsaka 'ala aatsaarihim in lam yu'minuu bihadzaal hadiitsi asafan


007

"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi, sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatan-nya." – (QS.18:7)

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الأرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

Innaa ja'alnaa maa 'alal ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ai-yuhum ahsanu 'amalaa


008

"Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya, menjadi tanah rata, lagi tandus," – (QS.18:8)

وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

Wa-innaa lajaa'iluuna maa 'alaihaa sha'iidan juruzan


009

"Atau kamu mengira, bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan." – (QS.18:9)

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا

Am hasibta anna ashhaabal kahfi warraqiimi kaanuu min aayaatinaa 'ajaban


010

"(Ingatlah), tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo'a: 'Wahai Rabb-kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)'." – (QS.18:10)

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Idz awal fityatu ilal kahfi faqaaluuu rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wahai-yi-a lanaa min amrinaa rasyadan


011

"Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu," – (QS.18:11)

فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا

Fadharabnaa 'ala aadzaanihim fiil kahfi siniina 'adadan


012

"kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu, yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)." – (QS.18:12)

ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَى لِمَا لَبِثُوا أَمَدًا

Tsumma ba'atsnaahum lina'lama ai-yul hizbaini ahsha limaa labitsuu amadan


013

"Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk," – (QS.18:13)

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Nahnu naqush-shu 'alaika nabaahum bil haqqi innahum fityatun aamanuu birabbihim wazidnaahum hudan


014

"dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka berkata: 'Rabb-kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian, telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran." – (QS.18:14)

وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا

Warabathnaa 'ala quluubihim idz qaamuu faqaaluuu rabbunaa rabbus-samaawaati wal ardhi lan nad'uwa min duunihi ilahan laqad qulnaa idzan syathathan


015

"Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia, sebagai ilah-ilah (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zalim, daripada orang-orang yang mengada-ada(kan) kebohongan terhadap Allah." – (QS.18:15)

هَؤُلاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَوْلا يَأْتُونَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا

Ha'ulaa-i qaumunaa-attakhadzuu min duunihi aalihatan laulaa ya'tuuna 'alaihim bisulthaanin bai-yinin faman azhlamu mimmaniiftara 'alallahi kadziban


016

"Dan apabila kamu meninggalkan mereka, dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Rabb-mu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu, dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu." – (QS.18:16)

وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مِرفَقًا

Wa-idzii'tazaltumuuhum wamaa ya'buduuna ilaallaha fa'wuu ilal kahfi yansyur lakum rabbukum min rahmatihi wayuhai-yi-a lakum min amrikum mirfaqan


017

"Dan kamu akan melihat matahari, ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri, sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpinpun, yang dapat memberi petunjuk kepadanya." – (QS.18:17)

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَتْ تَقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا


Watarasy-syamsa idzaa thala'at tazaawaru 'an kahfihim dzaatal yamiini wa-idzaa gharabat taqridhuhum dzaatasy-syimaali wahum fii fajwatin minhu dzalika min aayaatillahi man yahdillahu fahuwal muhtadi waman yudhlil falan tajida lahu walii-yan mursyidan


018

"Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; dan kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka, tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri), dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka." – (QS.18:18)

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا

Watahsabuhum aiqaazhan wahum ruquudun wanuqallibuhum dzaatal yamiini wadzaatasy-syimaali wakalbuhum baasithun dziraa'aihi bil washiidi lawiith-thala'ta 'alaihim lawallaita minhum firaaran walamuli-ata minhum ru'ban


019

"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: 'Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini)'. Mereka menjawab: 'Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari'. Berkata (yang lain lagi): 'Rabb-kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu, (untuk) pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut, dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun." – (QS.18:19)

وَكَذَلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْ قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَى طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا

Wakadzalika ba'atsnaahum liyatasaa-aluu bainahum qaala qaa-ilun minhum kam labitstum qaaluuu labitsnaa yauman au ba'dha yaumin qaaluuu rabbukum a'lamu bimaa labitstum faab'atsuu ahadakum biwariqikum hadzihi ilal madiinati falyanzhur ai-yuhaa azka tha'aaman falya'tikum birizqin minhu walyatalath-thaf walaa yusy'iranna bikum ahadan


020

"Sesungguhnya, jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya'." – (QS.18:20)

إِنَّهُمْ إِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَنْ تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًا

Innahum in yazhharuu 'alaikum yarjumuukum au yu'iiduukum fii millatihim walan tuflihuu idzan abadan


021

"Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: 'Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Rabb-mereka lebih mengetahui tentang mereka'. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: 'Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadahan di atasnya'." – (QS.18:21)

وَكَذَلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ السَّاعَةَ لا رَيْبَ فِيهَا إِذْ يَتَنَازَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ فَقَالُوا ابْنُوا عَلَيْهِمْ بُنْيَانًا رَبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ قَالَ الَّذِينَ غَلَبُوا عَلَى أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَسْجِدًا

Wakadzalika a' tsarnaa 'alaihim liya'lamuu anna wa'dallahi haqqun wa-annassaa'ata laa raiba fiihaa idz yatanaaza'uuna bainahum amrahum faqaaluuuubnuu 'alaihim bunyaanan rabbuhum a'lamu bihim qaalal-ladziina ghalabuu 'ala amrihim lanattakhidzanna 'alaihim masjidan


022

"Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang ke empat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: '(jumlah mereka) adalah lima orang yang ke enam adalah anjingnya', sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: '(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya'. Katakanlah: 'Rabb-ku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka, kecuali sedikit'. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja, dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka." – (QS.18:22)

سَيَقُولُونَ ثَلاثَةٌ رَابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَا يَعْلَمُهُمْ إِلا قَلِيلٌ فَلا تُمَارِ فِيهِمْ إِلا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلا تَسْتَفْتِ فِيهِمْ مِنْهُمْ أَحَدًا

Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi'uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bil ghaibi wayaquuluuna sab'atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a'lamu bi'iddatihim maa ya'lamuhum ilaa qaliilun falaa tumaari fiihim ilaa miraa-an zhaahiran walaa tastafti fiihim minhum ahadan


023

"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi'," – (QS.18:23)

وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا

Walaa taquulanna lisyai-in innii faa'ilun dzalika ghadan


024

"kecuali (dengan menyebut): 'Insya Allah'. Dan ingatlah kepada Rabb-mu, jika kamu lupa, dan katakanlah: 'Mudah-mudahan Rabb-ku akan memberiku petunjuk, kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini'." – (QS.18:24)

إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لأقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا

Ilaa an yasyaa-allahu waadzkur rabbaka idzaa nasiita waqul 'asa an yahdiyani rabbii aqraba min hadzaa rasyadan


025

"Dan mereka tinggal dalam gua mereka (selama) tiga ratus tahun, dan ditambah sembilan tahun (lagi)." – (QS.18:25)

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا

Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mii-atin siniina waazdaaduu tis'an


026

"Katakanlah: 'Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya, dalam menetapkan keputusan'." – (QS.18:26)

قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا

Qulillahu a'lamu bimaa labitsuu lahu ghaibus-samaawaati wal ardhi abshir bihi wa-asmi' maa lahum min duunihi min walii-yin walaa yusyriku fii hukmihi ahadan


027

"Dan bacakanlah apa yang (telah) diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al-Qur'an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya." – (QS.18:27)

وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ لا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا

Waatlu maa uuhiya ilaika min kitaabi rabbika laa mubaddila likalimaatihi walan tajida min duunihi multahadan


028

"Dan bersabarlah kamu, bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari, dengan mengharap keredhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka, (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang, yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." – (QS.18:28)

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Waashbir nafsaka ma'al-ladziina yad'uuna rabbahum bil ghadaati wal 'asyii-yi yuriiduuna wajhahu walaa ta'du 'ainaaka 'anhum turiidu ziinatal hayaatiddunyaa walaa tuthi' man aghfalnaa qalbahu 'an dzikrinaa waattaba'a hawaahu wakaana amruhu furuthan


029

"Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir'. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolak (api)nya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum, dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk, dan tempat istirahat yang paling jelek." – (QS.18:29)

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

Waqulil haqqu min rabbikum faman syaa-a falyu'min waman syaa-a falyakfur innaa a'tadnaa li-zhzhaalimiina naaran ahaatha bihim suraadiquhaa wa-in yastaghiitsuu yughaatsuu bimaa-in kal muhli yasywiil wujuuha bi-asasy-syaraabu wasaa-at murtafaqan


030

"Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang, yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik." – (QS.18:30)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلا

Innal-ladziina aamanuu wa'amiluush-shaalihaati innaa laa nudhii'u ajra man ahsana 'amalaa


031

"Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah." – (QS.18:31)

أُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الأنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الأرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

Uula-ika lahum jannaatu 'adnin tajrii min tahtihimul anhaaru yuhallauna fiihaa min asaawira min dzahabin wayalbasuuna tsiyaaban khudhran min sundusin wa-istabraqin muttaki-iina fiihaa 'alal araa-iki ni'mats-tsawaabu wahasunat murtafaqan


032

"Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur, dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma, dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang." – (QS.18:32)

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لأحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا

Waadhrib lahum matsalaa rajulaini ja'alnaa ahadihimaa jannataini min a'naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja'alnaa bainahumaa zar'an


033

"Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu'," – (QS.18:33)

كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا وَفَجَّرْنَا خِلالَهُمَا نَهَرًا

Kiltaal jannataini aatat ukulahaa walam tazhlim minhu syai-an wafajjarnaa khilaalahumaa naharan


034

"dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang Mukmin), ketika ia bercakap-cakap dengan dia: 'Hartaku lebih banyak daripada hartamu, dan pengikut-pengikutku lebih kuat'." – (QS.18:34)

وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالا وَأَعَزُّ نَفَرًا

Wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maaalan wa-a'azzu nafaran


035

"Dan dia memasuki kebunnya, sedang ia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: 'Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya," – (QS.18:35)

وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا

Wadakhala jannatahu wahuwa zhaalimun linafsihi qaala maa azhunnu an tabiida hadzihi abadan


036

"dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabb-ku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu'." – (QS.18:36)

وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لأجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا

Wamaa azhunnussaa'ata qaa-imatan wala-in rudidtu ila rabbii ajidanna khairan minhaa munqalaban


037

"Kawannya (yang Mukmin) berkata kepadanya, ketika dia sedang bercakap-cakap dengannya: 'Apakah kamu kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?." – (QS.18:37)

قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلا

Qaala lahu shaahibuhu wahuwa yuhaawiruhu akafarta biil-ladzii khalaqaka min turaabin tsumma min nuthfatin tsumma sau-waaka rajulaa


038

"Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Rabb-ku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Rabb-ku'." – (QS.18:38)

لَكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا

Lakinnaa huwallahu rabbii walaa usyriku birabbii ahadan


039

"Dan mengapa kamu tidak mengucapkan, tatkala kamu memasuki kebunmu: 'Maasyaa Allah, laa quwwata illaa billah', (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu, dalam hal harta dan keturunan," – (QS.18:39)

وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالا وَوَلَدًا

Walaulaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-allahu laa quu-wata ilaa billahi in tarani anaa aqalla minka maaalan wawaladan


040

"maka mudah-mudahan Rabb-ku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu, hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin," – (QS.18:40)

فَعَسَى رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِنَ السَّمَاءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا

Fa'asa rabbii an yu'tiyani khairan min jannatika wayursila 'alaihaa husbaanan minassamaa-i fatushbiha sha'iidan zalaqan


041

"atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi'." – (QS.18:41)

أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا

Au yushbiha maa'uhaa ghauran falan tastathii'a lahu thalaban


042

"Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal), terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya, dan dia berkata: 'Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Rabb-ku'." – (QS.18:42)

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَى مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا

Wa-uhiitha bitsamarihi fa-ashbaha yuqallibu kaffaihi 'ala maa anfaqa fiihaa wahiya khaawiyatun 'ala 'uruusyihaa wayaquulu yaa laitanii lam usyrik birabbii ahadan


043

"Dan tidak ada bagi dia, segolonganpun yang menolongnya selain Allah; dan sekali-kali dia tidak dapat membela diri-nya." – (QS.18:43)

وَلَمْ تَكُنْ لَهُ فِئَةٌ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا

Walam takun lahu fi-atun yanshuruunahu min duunillahi wamaa kaana muntashiran


044

"Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan." – (QS.18:44)

هُنَالِكَ الْوَلايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَخَيْرٌ عُقْبًا

Hunaalikal walaayatu lillahil haqqi huwa khairun tsawaaban wakhairun 'uqban


045

"Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian (daun) tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang di terbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." – (QS.18:45)

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا

Waadhrib lahum matsalal hayaatiddunyaa kamaa-in anzalnaahu minassamaa-i faakhtalatha bihi nabaatul ardhi fa-ashbaha hasyiiman tadzruuhurriyaahu wakaanallahu 'ala kulli syai-in muqtadiran


046

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal, lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu, serta lebih baik untuk menjadi harapan (untuk masuk surga)." – (QS.18:46)

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلا

Al-maalu wal banuuna ziinatul hayaatiddunyaa wal baaqiyaatush-shaalihaatu khairun 'inda rabbika tsawaaban wakhairun amalaa


047

"Dan (ingatlah) akan hari (kiamat, yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung, dan kamu akan melihat bumi itu datar, dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka." – (QS.18:47)

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الأرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا

Wayauma nusai-yirul jibaala wataral ardha baarizatan wahasyarnaahum falam nughaadir minhum ahadan


048

"Dan mereka akan dibawa ke hadapan Rabb-mu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan, bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu, waktu (memenuhi) perjanjian (waktu kematian)." – (QS.18:48)

وَعُرِضُوا عَلَى رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا

Wa'uridhuu 'ala rabbika shaffan laqad ji-atumuunaa kamaa khalaqnaakum au-wala marratin bal za'amtum allan naj'ala lakum mau'idan


049

"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah, ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabb-mu tidak menganiaya seorang juapun'." – (QS.18:49)

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

Wawudhi'al kitaabu fataral mujrimiina musyfiqiina mimmaa fiihi wayaquuluuna yaa wailatanaa maali hadzaal kitaabi laa yughaadiru shaghiiratan walaa kabiiratan ilaa ahshaahaa wawajaduu maa 'amiluu haadhiran walaa yazhlimu rabbuka ahadan


050

"Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat: 'Sujudlah kamu kepada Adam', maka sujudlah mereka, kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabb-nya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu. Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim." – (QS.18:50)

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلا

Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikatiisjuduu li-aadama fasajaduu ilaa ibliisa kaana minal jinni fafasaqa 'an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurrii-yatahu auliyaa-a min duunii wahum lakum 'aduu-wun bi-asa li-zhzhaalimiina badalaa


051 "Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya), untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong (dalam penciptaan langit dan bumi)." – (QS.18:51)

مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلا خَلْقَ أَنْفُسِهِمْ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّينَ عَضُدًا

Maa asyhadtuhum khalqas-samaawaati wal ardhi walaa khalqa anfusihim wamaa kuntu muttakhidzal mudhilliina 'adhudan


052

"Dan (ingatlah) akan hari (kiamat, yang ketika itu) Dia berfirman: 'Panggilah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu'. Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka, dan Kami hadirkan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka)." – (QS.18:52)

وَيَوْمَ يَقُولُ نَادُوا شُرَكَائِيَ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ مَوْبِقًا

Wayauma yaquulu naaduu syurakaa-iyal-ladziina za'amtum fada'auhum falam yastajiibuu lahum waja'alnaa bainahum maubiqan


053

"Dan (pada hari kiamat itu,) orang-orang berdosa melihat mereka (tempat-tempat di neraka), maka mereka menyakini, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling dari-nya." – (QS.18:53)

وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُمْ مُوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا

Waraal mujrimuunannaara fazhannuu annahum muwaaqi'uuhaa walam yajiduu 'anhaa mashrifan


054

"Dan sesungguhnya, Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur'an ini, bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah." – (QS.18:54)

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الإنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلا

Walaqad sharrafnaa fii hadzaal quraani li-nnaasi min kulli matsalin wakaana-insaanu aktsara syai-in jadalaa


055

"Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Rabb-nya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang dahulu, atau datangnya azab atas mereka dengan nyata." – (QS.18:55)

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا رَبَّهُمْ إِلا أَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الأوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلا

Wamaa mana'annaasa an yu'minuu idz jaa-ahumul huda wayastaghfiruu rabbahum ilaa an ta'tiyahum sunnatul au-waliina au ya'tiyahumul 'adzaabu qubulaa


056

"Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil, agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka, sebagai olok-olokkan." – (QS.18:56)

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ 

الْحَقَّ وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَمَا أُنْذِرُوا هُزُوًا

Wamaa nursilul mursaliina ilaa mubasy-syiriina wamundziriina wayujaadilul-ladziina kafaruu bil baathili liyudhidhuu bihil haqqa wa-attakhadzuu aayaatii wamaa undziruu huzuwan


057

"Dan siapakah yang lebih zalim, daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Rabb-nya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang dikerjakan oleh kedua tangannya. Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahami (kebenaran)nya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya." – (QS.18:57)

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ 

أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَى فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا

Waman azhlamu mimman dzukkira biaayaati rabbihi fa-a'radha 'anhaa wanasiya maa qaddamat yadaahu innaa ja'alnaa 'ala quluubihim akinnatan an yafqahuuhu wafii aadzaanihim waqran wa-in tad'uhum ilal huda falan yahtaduu idzan abadan


058

"Dan Rabb-mulah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka, karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegarkan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab), yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari-nya." – (QS.18:58)

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ 

يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلا

Warabbukal ghafuuru dzuurrahmati lau yu'aakhidzuhum bimaa kasabuu la'ajjala lahumul 'adzaaba bal lahum mau'idun lan yajiduu min duunihi mau-ilaa


059

"Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan, ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka." – (QS.18:59)

وَتِلْكَ الْقُرَى أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَوْعِدًا

Watilkal qura ahlaknaahum lammaa zhalamuu waja'alnaa limahlikihim mau'idan


060

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada (muridnya): 'Aku tidak akan berhenti (berjalan), sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun." – (QS.18:60)

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِفَتَاهُ لا أَبْرَحُ حَتَّى أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا

Wa-idz qaala muusa lifataahu laa abrahu hatta ablugha majma'al bahraini au amdhiya huquban


061

"Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu." – (QS.18:61)

فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ سَرَبًا

Falammaa balaghaa majma'a bainihimaa nasiyaa huutahumaa fa-attakhadza sabiilahu fiil bahri saraban


062

"Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: 'Bawalah ke mari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih, karena perjalanan kita ini'." – (QS.18:62)

فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَاهُ آتِنَا غَدَاءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَذَا نَصَبًا

Falammaa jaawazaa qaala lifataahu aatinaa ghadaa-anaa laqad laqiinaa min safarinaa hadzaa nashaban


063

"Muridnya menjawab: 'Tahukah kamu, tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu, dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya, kecuali syaitan, dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali'." – (QS.18:63)

قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ 
وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا

Qaala ara-aita idz awainaa ilash-shakhrati fa-innii nasiitul huuta wamaa ansaaniihu ilaasy-syaithaanu an adzkurahu wa-attakhadza sabiilahu fiil bahri 'ajaban


064

"Musa berkata: 'Itulah (tempat) yang kita cari'. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula." – (QS.18:64)

قَالَ ذَلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ فَارْتَدَّا عَلَى آثَارِهِمَا قَصَصًا

Qaala dzalika maa kunnaa nabghi faartaddaa 'ala aatsaarihimaa qashashan


065

"Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba (Khidhr), di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." – (QS.18:65)

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Fawajadaa 'abdan min 'ibaadinaa aatainaahu rahmatan min 'indinaa wa'allamnaahu min ladunnaa 'ilman


066

"Musa berkata kepada Khidhr: 'Bolehkah aku mengikutimu, supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar, di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu'." – (QS.18:66)

قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Qaala lahu muusa hal attabi'uka 'ala an tu'allimani mimmaa 'ullimta rusydan


067

"Dia menjawab: 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku." – (QS.18:67)

قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Qaala innaka lan tastathii'a ma'iya shabran


068

"Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu'." – (QS.18:68)

وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا

Wakaifa tashbiru 'ala maa lam tuhith bihi khubran


069

"Musa berkata: 'Insya Allah kamu akan mendapatkanku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun'." – (QS.18:69)

قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا

Qaala satajidunii in syaa-allahu shaabiran walaa a'shii laka amran


070

"Dia berkata: 'Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu'." – (QS.18:70)

قَالَ فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا

Qaala fa-iniittaba'tanii falaa tasalnii 'an syai-in hatta uhditsa laka minhu dzikran


071

"Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu, lalu Khidhr melubanginya. Musa berkata: 'Mengapa kamu melubangi perahu itu, yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya. Sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan yang besar'." – (QS.18:71)

فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَةِ خَرَقَهَا قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًا

Faanthalaqaa hatta idzaa rakibaa fiissafiinati kharaqahaa qaala akharaqtahaa litughriqa ahlahaa laqad ji-ata syai-an imran


072

"Dia (Khidhr) berkata: 'Bukankah aku telah berkata: Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku'." – (QS.18:72)

قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Qaala alam aqul innaka lan tastathii'a ma'iya shabran


073

"Musa berkata: 'Janganlah kamu menghukum aku, karena kelupaanku, dan janganlah kamu membebani aku, dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku'." – (QS.18:73)

قَالَ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا

Qaala laa tu'aakhidznii bimaa nasiitu walaa turhiqnii min amrii 'usran


074

"Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: 'Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain. Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar'." – (QS.18:74)

فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا لَقِيَا غُلامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا

Faanthalaqaa hatta idzaa laqiyaa ghulaaman faqatalahu qaala aqatalta nafsan zakii-yatan bighairi nafsin laqad ji-ata syai-an nukran


075

"Khidhr berkata: 'Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku'." – (QS.18:75)

قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Qaala alam aqul laka innaka lan tastathii'a ma'iya shabran


076

"Musa berkata: 'Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu, sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku'." – (QS.18:76)

قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلا تُصَاحِبْنِي قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا

Qaala in saaltuka 'an syai-in ba'dahaa falaa tushaahibnii qad balaghta min ladunnii 'udzran


077

"Maka keduanya berjalan, hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu, (suatu) dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: 'Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu'." – (QS.18:77)

فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ

أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ قَالَ لَوْ شِئْتَ لاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا

Faanthalaqaa hatta idzaa atayaa ahla qaryatin astath'amaa ahlahaa fa-abau an yudhai-yifuuhumaa fawajadaa fiihaa jidaaran yuriidu an yanqadh-dha fa-aqaamahu qaala lau syi-ata la-attakhadzta 'alaihi ajran


078

"Khidhr berkata: 'Inilah (saat) perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu, tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya." – (QS.18:78)

قَالَ هَذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا

Qaala hadzaa firaaqu bainii wabainika saunabbi-uka bita'wiili maa lam tastathi' 'alaihi shabran


079

"Adapun bahtera itu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera." – (QS.18:79)

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا

Ammaassafiinatu fakaanat limasaakiina ya'maluuna fiil bahri fa-aradtu an a'iibahaa wakaana waraa-ahum malikun ya'khudzu kulla safiinatin ghashban


080

"Dan adapun anak itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang Mukmin, dan kami kuatir, bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran." – (QS.18:80)

وَأَمَّا الْغُلامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا

Wa-ammaal ghulaamu fakaana abawaahu mu'minaini fakhasyiinaa an yurhiqahumaa thughyaanan wakufran


081

"Dan kami menghendaki, supaya Rabb-mereka mengganti bagi mereka, dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anak itu, dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya)." – (QS.18:81)

فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا

Fa-aradnaa an yubdilahumaa rabbuhumaa khairan minhu zakaatan wa-aqraba ruhman


082

"Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shaleh, maka Rabb-mu menghendaki, agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya, dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabb-mu; dan bukanlah aku melakukannya itu, menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan(ku), yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya'." – (QS.18:82)

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا

Wa-ammaal jidaaru fakaana lighulaamaini yatiimaini fiil madiinati wakaana tahtahu kanzun lahumaa wakaana abuuhumaa shaalihan fa-araada rabbuka an yablughaa asyuddahumaa wayastakhrijaa kanzahumaa rahmatan min rabbika wamaa fa'altuhu 'an amrii dzalika ta'wiilu maa lam tasthi' 'alaihi shabran


083

"Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: 'Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya'." – (QS.18:83)

وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ قُلْ سَأَتْلُو عَلَيْكُمْ مِنْهُ ذِكْرًا

Wayasaluunaka 'an dziil qarnaini qul saatluu 'alaikum minhu dzikran


084

"Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu," – (QS.18:84)

إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الأرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا

Innaa makkannaa lahu fiil ardhi waaatainaahu min kulli syai-in sababan


085

"maka diapun menempuh suatu jalan." – (QS.18:85)

فَأَتْبَعَ سَبَبًا

Fa-atba'a sababan


086

"Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: 'Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka'." – (QS.18:86)

حَتَّى إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا

Hatta idzaa balagha maghribasy-syamsi wajadahaa taghrubu fii 'ainin hami-atin wawajada 'indahaa qauman qulnaa yaa dzaal qarnaini immaa an tu'adz-dziba wa-immaa an tattakhidza fiihim husnan


087

"Berkata Dzulqarnain: 'Adapun orang yang (berbuat) aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Rabb-nya, lalu Dia mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya." – (QS.18:87)

قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَى رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا

Qaala ammaa man zhalama fasaufa nu'adz-dzibuhu tsumma yuraddu ila rabbihi fayu'adz-dzibuhu 'adzaaban nukran


088

"Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan Kami titahkan kepadanya, (perintah) yang mudah dari perintah-perintah Kami'." – (QS.18:88)

وَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُ جَزَاءً الْحُسْنَى وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْرًا

Wa-ammaa man aamana wa'amila shaalihan falahu jazaa-al husna wasanaquulu lahu min amrinaa yusran


089

"Kemudian dia menempuh jalan (yang lain)." – (QS.18:89)

ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا

Tsumma atba'a sababan


090

"Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur), dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat, yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu," – (QS.18:90)

حَتَّى إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَى قَوْمٍ لَمْ نَجْعَلْ لَهُمْ مِنْ دُونِهَا سِتْرًا

Hatta idzaa balagha mathli'asy-syamsi wajadahaa tathlu'u 'ala qaumin lam naj'al lahum min duunihaa sitran


091

"demikianlah. Dan sesungguhnya, ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya." – (QS.18:91)

كَذَلِكَ وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا

Kadzalika waqad ahathnaa bimaa ladaihi khubran


092

"Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi)." – (QS.18:92)

ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا

Tsumma atba'a sababan


093

"Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu, suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan (berbahasa asing)." – (QS.18:93)

حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلا

Hatta idzaa balagha bainassaddaini wajada min duunihimaa qauman laa yakaaduuna yafqahuuna qaulaa


094

"Mereka berkata: 'Hai Dzulqarnain, sesungguhnya (kaum) Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka'." – (QS.18:94)

قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

Qaaluuu yaa dzaal qarnaini inna ya'juuja wama'juuja mufsiduuna fiil ardhi fahal naj'alu laka kharjan 'ala an taj'ala bainanaa wabainahum saddan


095

"Dzulqarnain berkata: 'Apa yang telah dikuasakan oleh Rabb-ku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka," – (QS.18:95)

قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا

Qaala maa makkannii fiihi rabbii khairun fa-a'iinuunii biquu-watin aj'al bainakum wabainahum radman


096

"berilah aku potongan-potongan besi'. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: 'Tiuplah (api itu)'. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: 'Berilah aku tembaga (yang mendidih), agar ku tuangkan ke atas besi panas itu'." – (QS.18:96)

آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا

Aatuunii zubaral hadiidi hatta idzaa saawa bainash-shadafaini qaalaanfukhuu hatta idzaa ja'alahu naaran qaala aatuunii ufrigh 'alaihi qithran


097

"Maka mereka tidak bisa mendakinya, dan mereka tidak bisa (pula) melubangi-nya." – (QS.18:97)

فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا

Famaaasthaa'uu an yazhharuuhu wamaaastathaa'uu lahu naqban


098

"Dzulqarnain berkata: 'Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabb-ku, maka apabila sudah datang janji Rabb-ku (akan hari kiamat). Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabb-ku itu adalah benar'." – (QS.18:98)

قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا

Qaala hadzaa rahmatun min rabbii fa-idzaa jaa-a wa'du rabbii ja'alahu dakkaa-a wakaana wa'du rabbii haqqan


099

"Kami biarkan mereka di hari (kiamat) itu bercampur aduk, antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya." – (QS.18:99)

وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا

Wataraknaa ba'dhahum yauma-idzin yamuuju fii ba'dhin wanufikha fiish-shuuri fajama'naahum jam'an


100

"dan Kami tampakkan (neraka) Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir, dengan jelas." – (QS.18:100)

وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا

Wa'aradhnaa jahannama yauma-idzil(n)-lilkaafiriina 'ardhan


101

"Yaitu orang-orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar (menerima kebenaran-Nya)." – (QS.18:101)

الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا

Al-ladziina kaanat a'yunuhum fii ghithaa-in 'an dzikrii wakaanuu laa yastathii'uuna sam'an


102

"Maka apakah orang-orang kafir menyangka, bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hambaku (makhluk) menjadi penolong selain Aku?. Sesungguhnya Kami akan menyediakan neraka jahanam (sebagai) tempat tinggal orang-orang kafir." – (QS.18:102)

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلا

Afahasibal-ladziina kafaruu an yattakhidzuu 'ibaadii min duunii auliyaa-a innaa a'tadnaa jahannama lilkaafiriina nuzulaa


103

"Katakanlah: 'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu, tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?'." – (QS.18:103)

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأخْسَرِينَ أَعْمَالا

Qul hal nunabbi-ukum bil akhsariina a'maaalan


104

"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka, bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." – (QS.18:104)

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Al-ladziina dhalla sa'yuhum fiil hayaatiddunyaa wahum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun'an


105

"Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb-mereka, dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka (ter)hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat." – (QS.18:105)

أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا

Uula-ikal-ladziina kafaruu biaayaati rabbihim waliqaa-ihi fahabithat a'maaluhum falaa nuqiimu lahum yaumal qiyaamati waznan


106

"Demikian balasan (untuk) mereka itu (adalah) neraka jahanam, disebabkan kekafiran mereka, dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok." – (QS.18:106)

ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا

Dzalika jazaa'uhum jahannamu bimaa kafaruu wa-attakhadzuu aayaatii warusulii huzuwan


107

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal(nya)." – (QS.18:107)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلا

Innal-ladziina aamanuu wa'amiluush-shaalihaati kaanat lahum jannaatul firdausi nuzulaa


108

"Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari-nya." – (QS.18:108)

خَالِدِينَ فِيهَا لا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلا

Khaalidiina fiihaa laa yabghuuna 'anhaa hiwalaa


109

"Katakanlah: 'Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabb-ku, sungguh habislah lautan itu, sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabb-ku, meskipun Kami datangkan tambahan (tinta) sebanyak itu (pula)." – (QS.18:109)

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Qul lau kaanal bahru midaadan likalimaati rabbii lanafidal bahru qabla an tanfada kalimaatu rabbii walau ji-anaa bimitslihi madadan


110

"Katakanlah: 'Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Ilah kamu (Muhammad) itu adalah Ilah Yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh, dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Rabb-nya'." – (QS.18:110)

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Qul innamaa anaa basyarun mitslukum yuuha ilai-ya annamaa ilahukum ilahun waahidun faman kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya'mal 'amalaa shaalihan walaa yusyrik bi'ibaadati rabbihi ahadan.





www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com